Minggu, 16 Februari 2014

Karya Sastra Angkatan 70-an dan 80-an

KARYA ASTRA
ANGKATAN 70-AN DAN 80-AN

 












KELOMPOK 5
1.     EVIE MARLINA
2.     DEASY
3.     GLADYS
4.     NURHILALIA
5.     ULFA A’LAWIYAH


Latar Belakang Munculnya Sastra Indonesia Angkatan 70-an
        Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Dami N. Toda. Menurut Dami angkatan 70 dimulai dengan novel-novel Iwan Simatupang, yang jelas punya wawasan estetika novel tersendiri. Dalam angkatan 70-an mulai bergesernya sikap berpikir dan bertindak dalam menghasilkan wawasan estetik dalam menghasilkan karya sastra bercorak baru baik dibidang puisi , prosa maupun drama.
Pengarang yang dapat dikelompokan ke dalam akangkatan 70 adalah: Iwan Simatupang, W. S. Rendra, Sutarji Calzoum Bachri, Danarto, Budi Darma, Putu Wijaya, Arifin C. Noer, dan lain-lain. Pengarang yang disebut sebagai Angkatan 70 ini ada yang sudah tergolongkan juga pada masa-masa sebelumnya. Hal inilah yang menandakan bahwa karya mereka terus berkembang.
 MEDIA
Pada masa 70 –an para penulis menggunakan media buku , majalah , maupun koran untuk mempublikasikan karya – karya nya . sebagai contoh , sutarji mempublikasikan karyanya berupa puisi , dan cerpen di koran harian , begitu pula mangun wijaya yang mempublikasikan novel khotbah di atas bukan sebagai cerita bersambung di koran sebelum mempublikasikannya dalam media buku.
Pada masa kini bahkan dimungkinkan untuk mempublikasikan karya sastra menggunakan media elektronik : televisi dan internet
CIRI – CIRI angkatan 70an
Pada masa ini para pengarang sangat bebas berkesperimen dalam penggunaan bahasa dan bentuk , seperti dikatakan ajip rosidi ( 1977; 6) dalam laut biru langit biru bahwa mereka seakan – akan menjajaki sampai batas kemungkinan bahasa indonesia sebagai alat pengucapan sastra , disamping mencoba batasa – batas kemungkinan berbagai bentuk , baik prosa maupun puisi ,sehingga perbedaan antara prosa dan puisi kian tidak jelas.
1. PUISI
Struktur fisik
Puisi bergaya mantera menggunakan sarana kepuitisan berupa : ulangan ,
kata , frase atau kalimat .
•       Gaya bahasa paraleisme dikombinasikan dengan gaya hiperbola untuk memperoleh efek yang sebesar – besarnya serta menonjolkan tipografi
•       Puisi kongret sebagai eksperimen
•       Banyak menggunakan kata – kata daerah untuk memberi kesan ekspresif
•       Banyak menggunakan permainan bunyi
•       Gaya penulisan yang prosais
•         Menggunakan kata yang sebelumnya tabu
Struktur Tematik
•        Protes terhadap kepincangan masyarakat pada awal industrialisasi
•         Kesadaran bahwa aspek manusia merupakan subyek dan bukan obyek pembangunan
•       Banyak mengungkapkan kehidupan batin religius dan cenderung mistik
•       Ceritadan pelukisan bersifat alegoris dan parabel
•       Perjuangan hak – hak asasi manusia , kebebasan , persamaan , pemeratan dan terhindar dari pencemaran teknologi modern
•       Kritik sosial terhadap si kuat yang bertindak sewqenag – wenang terhadap mereka yang lemah dan kritik terhadap penyeleweng


2. PROSA DAN DRAMA  
Struktur fisik
Melepaskan ciri konvensional , menggunakan pola sastra ” absurd ” dalam tema , alur , tokoh maupun latar. Menampakkan ciri latar kedaeraan ” warna lokal ”.
Struktur Tematik
Sosial : politik , kemiskinan ,Kejiwaan ,Metafisik

Sastrawan dan Karya Sastra Angkatan 70-an


1.Putu Wijaya
a)   Orang-orang Mandiri (drama);
b)   Lautan Bernyanyi (drama);
c)   Telegram (novel);
d)  Aduh (drama);
e)   Pabrik (novel);
f)    Stasiun (novel);
g)   Hah (novel);
h)   Keok (novel);
i)     Anu (drama);
j)     MS (novel);
k)   Sobat (novel);
l)     Tak Cukup Sedih (novel);
m) Dadaku adalah perisaiku (kumupulan sajak);
n)   Ratu (novel);
o)   Edan (novel);
p)   Bom (kumpulan cerpen).
2.Iwan Simatupang
a)   Merahnya Merah (roman);
b)   Kering (roman);
c)   Ziarah (roman);
d)  Kooong (roman);
3. Danarto
a)    Godolb (kumpulan cerpen);
b)   Obrok owok-owok, Ebrek ewek-ewek (drama);
c)    Adam ma’rifat (kumpulan cerpen);
d)   Berhala;
e)    Orang Jawa Naik Haji (1984);
f)    Bel Geduwel Beh (1976)
4. Budi Darma
a)    Solilokui (kumpulan essai);
b)   Olenka (novel);
c)    Orang-orang Bloomington (kumpulan cerpen);
5. Sutardji Calzoum Bachri
a)    (kumpulan sajak);
b)   Amuk ( kumpulan sajak);
c)    Kapak (kumpulan sajak).
6.  Arifin C. Noer
a)    Kapai-kapai (drama);
b)   Kasir Kita (drama satu babak);
c)    Orkes Madun (drama);
d)   Selamat Pagi, Jajang (kumpulan sajak);
e)    Sumur tanpa dasar (drama);
f)    Tengul (drama).
7. Darmanto Jatman
a)    Sajak-sajak Putih (kumpulan sajak);
b)   Dalam Kejaran Waktu (novel);
c)    Bangsat (kumpulan sajak);
d)   Sang Darmanto (kumpulan sajak);
e)    Ki Balaka Suta (kumpulan sajak).
8. Linus Suryadi
a)    Langit Kelabu (kumpulan sajak);
b)   Pengakuan Pariyem (novel)
c)    Syair-syair dari Jogja (kumpulan sajak);
d)   Perang Troya (cerita anak);
e)    Dari Desa ke Kota (kumpulan essai);
f)    Perkutut Manggung (kumpulan sajak)
g)   Gerhana Bulan (kumpulan sajak).





Karya puisi W.S Rendra
”DENGAN KASIH SAYANG”
Dengan kasih sayang
Kita simpan bedil dan kelewang
Punahlah gairahpada darah
Jangan !
Jangan dibunuh para lintah darat
Ciumlah mesra anak janda tak berayah
Dan sumbatlah jarimu pada mulut peletupan
kena darah para bajak dan perombak
akan mudah mendidih oleh pelor
mereka bukan tapir atau badak
hatinyapun berurusan cinta kasih
seperti jendela terbuka bagai angi sejuk¡
kita yang sering kehabisan cinta untuk mereka
Cuma membenci yang nampak rompak
Hati tak bisa berpelukan dengan hati mereka
Terlampau terbatas pada lahiriah masing pihak
Lahiriah yang terlalu banyak meminta !
Terhadap sajak yang paling utopis
 Bacalah dengan senyuman yang sabar
Jangan dibenci para pembunuh
Jangan dibiarkan anak bayi mati sendiri
Kere – ker jangan mengemis lagi
Dan terhadap penjahat yang paling laknat
Pandanglah dari jendela hati yang bersih

Karya puisi Sutardji Calzoum Bachri 
 ’POT”
Pot apa pot itu pot kaukah pot aku
Pot pot pot
Yang jawab pot pot pot pot kaukah pot itu
Yang jawab pot pot pot pot kaukah pot aku
Potapa potitu potkaukah potaku
 POT   



ANGKATAN 80-AN
LATAR BELAKANG MUNCULNYA ANGKATAN ‘80-AN
    Kelahiran karya sastra angkatan 80-an bersifat mendobrak keberadaan. Dilahirkan dari konsepsi individual yang mengacu pada satu wawasan kelompok.  Konsep tersebut telah menitik beratkan pada kata, tetapi Danarto justru tetap pada pendirianya. Hal ini sangat menarik dan membawa pada pemikiran yang lain dalam wawasan yang estetik periode 80-an. Dimana pada priode sebelumnya telah terjadi pergeseran wawasan dan pergeseran estetik khususnya pada kata. Dasar tersebut menyebabkan lahirnya periode 80-an menekankan pada pemikiran dan cara penyampaian dalam karya sastra. Periode 80-an ini merupakan sastra yang dinamik yang bergerak bersama masyarakat Indonesia untuk menuju kehidupanya yang baru dengan wawasan konstusional. Periode 80-an lahir dari konsepsi improvisasi dalam penggarapan karya sastra menuju hasil dan bobot maksimal serta baru dari konsep yang menentang pada satu kehidupan.

KARAKTERISTIK KARYA SASTRA ANGKATAN ‘80-AN
Ø  Genre yang muncul prosa, puisi, drama, sajak, film, kritik, dan esai.
Ø  Pada sajak cenderung mengangkat tema tentang ketuhanan dan mistikisme.
Ø  Puisi yang dihasilkan bercorak spiritual religius. Misalnya “Kubakar Cintaku“ karya Emba Ainun Najib.
Ø  Novel yang dihasilkan mendapat pengaruh kuat dari budaya barat, dimana tokoh utamanya mempunyai konflik dengan pemikiran timur dan mengalahkan tokoh antagonisnya.
Ø  Bahasa yang digunakan realistis, bahasa yang ada di masyarakat dan romantis.
Ø  Karya sastra yang dihasilkan mengangkat masalah konsep kehidupan sosial masyarakat yang memuat kritik sosial, politik, dan budaya.
Ø  Para sastrawan menggunakan konsep improvisasi.
Ø  Dalam karya sastra terdapat konsepsi pembebasan kata dari pengertian aslinya.

SASTRAWAN ANGKATAN ‘80-AN DAN HASIL KARYA SASTRANYA
•       Ahmadun Yosi Herfanda
–      Ladang Hijau (1980)
–      Sajak Penari (1990)
–      Sebelum Tertawa Dilarang (1997)
–      Fragmen-fragmen Kekalahan (1997)
–      Sembahyang Rumputan (1997)
•       Y. B. Mangunwijaya
–      Burung-burung Manyar (1981)
•       Darman Moenir
–      Bako (1983)
–      Dendang (1988)

KARYA SASTRA KARYA Y. B. Mangunwijaya
Judul: Burung-Burung Manyar
Pengarang: Y. B. Mangunwijaya
Penerbit: Djambatan
Cetakan: II, 1981
Halaman: vi+261

Setiap beberapa bulan sekali, saat ada bom meledak, Manohara kabur dari Malaysia, meninggalnya seorang tokoh nasional, atau ‘sekedar’ tujuh belas agustusan, kita diingatkan akan betapa penting dan mulianya mencintai tanah yang bernama Indonesia ini. Dan saya teringat Teto.
Adakah yang mencintai Indonesia lebih dari Teto? Ini pertanyaan retoris, bukan karena kita semua pasti tahu jawabannya, tapi justru karena terlalu sulit untuk dijawab. Apa itu cinta dan apa itu Indonesia? Teto adalah tokoh dalam peralihan. Bapaknya Jawa yang jadi tentara Belanda, Koninklijk Nederlands Indisch Leger asli lulusan Breda. Ibunya Belanda totok walaupun Teto tidak yakin karena Mami “sangat cantik” dan “tak punya sistem pendidikan yang berdisiplin” (hal. 5). Ketika Jepang masuk, dunia-serba-gemilang anak kolong Teto berantakan. Ia benci Jepang, terlebih ketika Mami dijebak jadi gundik tentara Jepang demi menyelamatkan nyawa Papi. Dan Jepang menjelma jadi Indonesia merdeka. Teto memilih masuk KNIL, berperang melawan kaum republik. Celakanya, gadis pujaannya, Atik, ada di pihak ‘sana’, Indonesia.
Tapi apakah Teto tidak cinta Indonesia? Jangan kacaukan keinginan Teto supaya Belanda tetap bercokol di Indonesia dengan kebencian. Itu sama saja dengan Teto yang mengacaukan gerakan Indonesia merdeka dengan bungkuk pada perintah fasis Jepang. “Suatu bangsa yang sudah berabad-abad hanya membongkok dan minder harus dididik dahulu menjadi kepribadian. Barulah kemerdekaan datang karena durian yang jatuh karena sudah matang (hal. 89).”

Dalam roman Burung-burung Manyar, Romo Mangun dengan bahasa yang aduhai luwes-lincah dan terkadang menggelitik, menyampaikan mimpinya tentang Indonesia. Bukan melalui Atik, yang menggebu-gebu, yang terbuai dengan kata-kata Soekarno. Justru melalui Teto, yang skeptis namun hormat tergagu di depan Syahrir. Sebuah Indonesia yang bukan bangsa kuli atau teroris, melainkan bangsa yang cendekia dan menjunjung elan kemanusiaan. Walaupun, diakui saja, menyimpan keragaman nyaris ironi di mana “yang putih dan halus rupa-rupanya (di sini) bisa bersahabat dengan yang kotor dan busuk (hal. 154)”.

Jumat, 07 Februari 2014

Karangan Narasi

1. Pengertian Karangan Narasi
Narasi merupakan bentuk percakapan atau tulisan yang bertujuan menyampaikan atau menceritakan rangkaian peristiwa atau pengalaman nmanusia berdasarkan perkembangan dari waktu ke waktu (Semi, 2003:29).

Narasi adalah suatu bentuk wacana yang berusaha menggambarkan dengan sejelas-jelasnya kepada pembaca tentang suatu peristiwa yang telah terjadi (Keraf, 2000:136). Dari dua pengertian yang diungkapkan oleh Atarsemi dan Keraf. Dapat kita ketahui bahwa narasi berusaha menjawab sebuah proses yang terjadi tentang pengalaman atau peristiwa manusia dan dijelaskan dengan rinci berdasarkan perkembangan dari waktu ke waktu.

Narasi adalah suati karangan yang biasanya dihubung0hubungkan dengan cerita. Oleh sebab itu sebuah karangan narasi atau paragraf narasinya hanya kita temukan dalam novel. Cerpen, atau hikayat (Zaenal Arifin dan Amran Tasai, 2002:130). Narasi adalah karangan kisahan yang memaparkan terjadinya sesuatu peristiwa, baik peristiwa kenyataan, maupun peristiwa rekaan (Rusyana, 1982:2).

Dari pendapat- pendapat di atas, dapat diketahui ada beberapa halyang berkaitan dengan narasi.

Hal tersebut meliputi: 
1.) berbentuk cerita atau kisahan, 
2.) menonjolkan pelaku, 
3.) menurut perkembangan dari waktu ke waktu, 
4.) disusun secara sistematis.

2. Ciri-ciri Karangan Narasi

Menurut Keraf (2000:136)
- Menonjolkan unsur perbuatan atau tindakan.
- dirangkai dalam urutan waktu.
- berusaha menjawab pertanyaan, apa yang terjadi?
- ada konfiks.

Narasi dibangun oleh sebuah alur cerita. Alur ini tidak akan menarik jika tidak ada konfiks. Selain alur cerita, konfiks dan susunan kronlogis, ciri-ciri narasi lebih lengkap lagi diungkapkan oleh Atar Semi (2003: 31) sebagai berikut:

- Berupa cerita tentang peristiwa atau pengaalaman penulis.
- Kejadian atau peristiwa yang disampaikan berupa peristiwa yang benar-benar terjadi, dapat berupa semata-mata imajinasi atau gabungan keduanya.
- Berdasarkan konfiks, karena tanpa konfiks biasanya narasi tidak menarik.
- Memiliki nilai estetika.
- Menekankan susunan secara kronologis.

Ciri yang dikemikakan Keraf memiliki persamaan dengan Atar Semi, bahwa narasi memiliki ciri berisi suatu cerita, menekankan susunan kronologis atau dari waktu ke waktu dan memiliki konfiks. Perbedaannya, Keraf lebih memilih ciri yang menonjolkan pelaku.
3. Tujuan menulis karangan narasi secara fundamental yaitu:

1.) Hendak memberikan informasi atau wawasan dan memperluas pengetahuan,
2.) memberikan pengalaman estetis kepada pembaca.

4. Langkah-langkah menulis karangan narasi

1.) Tentukan dulu tema dan amanat yang akan disampaikan
2.) tetapkan sasaran pembaca kita
3.) rancang peristiwa-peristiwa utama yang akan ditampilkan dalam bentuk skema alur
4.) bagi peristiwa utama itu ke dalam bagian awal, perkembangan, dan akhir cerita
5.) Rincian peristia-peristiwa uatama ke dalam detail-detail peristiwasebagai pendukung cerita
6.) susun tokoh dan perwatakan, latar, dan sudut pandang.

5. Jenis-jenis Karangan Narasi

a. Narasi Ekspositorik (Narasi Teknis)

Narasi Ekspositorik adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang. Dalam narasi ekspositorik, penulis menceritakan suatu peristiwa berdasarkan data yang sebenarnya. Pelaku yang ditonjolkan biasanya, satu orang. Pelaku diceritakan mulai dari kecil sampai saat ini atay sampai terakhir dalam kehidupannya. Karangan narasi ini diwarnai oleh eksposisi, maka ketentuan eksposisi juga berlaku pada penulisan narasi ekspositprik. Ketentuan ini berkaitan dengan penggunaan bahasa yang logis, berdasarkan fakta yang ada, tidak memasukan unsursugestif atau bersifat objektif.

b. Narasi Sugestif

Narasi sugestif adalah narasi yang berusaha untuk memberikan suatu maksud tertentu, menyampaikan suatu amanat terselubung kepada para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat

PANTUN

1. Pengertian
Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal dalam bahasa-bahasa Nusantara. Pantun berasal dari kata patuntun dalam bahasa minangkabau yang berarti "petuntun". Pantun terdiri atas empat larik (atau empat baris bila dituliskan), setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, bersajak akhir dengan pola a-b-a-b dan a-a-a-a (tidak boleh a-a-b-b, atau a-b-b-a). Pantun pada mulanya merupakan sastra lisan namun sekarang dijumpai juga pantun yang tertulis. Semua bentuk pantun terdiri atas dua bagian: SAMPIRAN dan ISI. Sampiran adalah dua baris pertama, kerap kali berkaitan dengan alam (mencirikan budaya agraris masyarakat pendukungnya), dan biasanya tak punya hubungan dengan bagian kedua yang menyampaikan maksud selain untuk mengantarkan rima/sajak. Dua baris terakhir merupakan isi, yang merupakan tujuan dari pantun tersebut

2. Ciri-ciri Pantun
-terdiri dari 4 baris
-tiap baris terdiri atas 9 sampai 10 suku kata
-dua baris bertama disebut sampiran dan dua baris berikutnya berisi maksud si pemantun. Bagian ini disebut isi pantun.

3. Jenis-jenis pantun
1. pantun anak-anak, berdasarkan isinya dapat dibedakan menjadi:
a. pantun bersukacita
b. pantun berdukacita
c. pantun jenaka atau pantun teka-teki

2. pantun orang muda, berdasarkan isinya dapat dibedakan menjadi:
a. pantun dagang atau pantun nasib
b. pantun perkenalan
c. pantun berkasih-kasihan
d. pantun perceraian

3. pantun orang tua, berdasarkan isinya data dibedakan menjadi:
a. pantun nasihat
b. pantun adat
c. pantun agama

contoh pantun :
Duduk di beranda bermalam minggu
Anak tetangga memakai sepatu
Raihlah cita-cita sesuai minatmu
Untuk bekal dihari tuamu

Menulis proposal

Suatu kegiatan yang akan dilaksanakan maka haruslah merancang segala sesuatu yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan atau proyek tersebut. setelah dibuat barulah diusulkan kepada pihak tertentu untuk mendapat tanggapan (persetujuan). dan usulan rancangan yang diusulkan itu dibuat secara tertulis dan hasilnya dinamakan proposal. 

Proposal juga perlu dibuat agar pihak yang menerima proposal mengetahui secara rinci mulai dari latar belakang (dasar pemikiran) dan sampai pada biaya pelaksanaan sehingga keputusan perlu tidaknya kegiatan ini dapat diambil. Agar tidak keliru dalam memberikan keputusan, pihak penerima proposal juga perlu mempelajari proposal tersebut dengan cermat.

dalam proposal juga harus diuraikan dengan jelas tentang apa yang direncanakan dan dibutuhkan, karena proposal bersifat memberitahukan disertai harapan dan permohonan, perlu dijelaskan secara rinci dan disertai dengan gambar, foto, jadwal kegiatan, dan hal lain yang dibutuhkan.
Menyusun proposal selain harus jelas, transparan, juga dibutuhkan ketelitian dan kecermatan, yaitu teliti dan cermat merumuskan masalah.

Tujuan Proposal

tujuan proposaladalah:
1. Untuk mendapatkan persetujuan
2. Untuk mendapatkan bantuan, baik berupa dana maupun sarana.

Dalam membuat proposal juga harus diperhatikan tujuan dan sasaran. perbedaan kepentingan dan sasaran berbeda pula bentuk proposalnya. proposal permohonan dana berbeda pula dengan proposal studi banding, meski dibuat oleh orang dan kelompok orang yang sama dan ditujukan kepada pihak yang sama pula.

Unsur-unsur Pembuatan Proposal

Unsur-unsur pembuatan proposal sebagai berikut:
1. Dasar pemikiran
2. Maksud dan tujuan
3. Kegiatan dan tema kegiatan
4. Sasaran dan target kegiatan
5. Waktu dan tempat kegiatan
6. Jadwal pelaksanaan (program)
7. Peserta
8. Biaya yang diperlukan (Anggaran)
9. Penutup

Penggunaan Bahasa Proposal

Penggunaan Bahasa Proposal perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Penempatan dan penggunaan bahasa yang tepat
2. Menghindari kalimat panjang dan bertele-tele
3. Penggunaan paragraf yang tepat
4. Penggunaan ejaan yang tepat

Antisipasi Budaya Asing yang Masuk


Dibawah ini merupakan beberapa hal yang harus dilakukan untuk antisipasi dampak budaya asing:
1.    Menyeleksi dan menyaring nilai-nilai budaya asing
Nilai-nilai budaya asing yang sesuai dengan bangsa kita dapat diserap sehingga akan memperkaya nilai budaya bangsa kita, sedangkan yang kita tinggalkan untuk itu, hal-hal yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut:
a.       Meningkatkan kesetiaan kita kepada ideologi nasionalisme (pancasila)
b.      Mengembangkan sikap kekeluargaan dan gotong royong
c.       Mengenali dan mengembangkan nilai seni budaya.
2.    Memlihara dan mengembangkan kebudayaan nasional
Memelihara dan mengembangkan budaya nasional sebagai jati diri bangsa dengancara mengirimkan misi kebudayaan kesenian dari suatu daerah keluar negeri. Selain itu, dapat dilakukan dengan menayangkan dan menyiarkan kebudayaan dan kebudayaan nasioanal melalui berbagai media, mengadakan seminar membahas kebudayaan daerah sebagai budaya nasioanal, serta pelestarian dan pewarisan juga pewarisan daerah yang dapat mendorong persatuan dan kesatuan bangsa.
3.    Beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa

Dalam rangka membangun masyarakat yang adil dan makmur yang tetap berkpribadian indonesia, kita harus tetap beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa. Dalam menjalani tuntunan era globalisasi, kita tetap mampu berdiri kokoh sebagai bangsa dengan ideologi dan pandangan hidup nasional yang tangguh serta kebudayaan nasional yang luhur.

Jenis Bahasa Pemograman

1.Bahasa pemrograman C  (kategori tingkat tinggi)
Dibuat untuk memprogram sistem dan jaringan komputer namun bahasa ini juga sering digunakan dalam mengembangkan software aplikasi. C juga banyak dipakai oleh berbagai jenis platform sistem operasi dan arsitektur komputer, bahkan terdapat beberepa compiler yang sangat populer telah tersedi.
 2.Bahasa pemograman JAVA (kategori tingkat tinggi)
Java adalah bahasa pemrograman yang dapat dijalankan di berbagai komputer termasuk telepon genggam. Java tidak boleh disalahpahami sebagai JavaScript. JavaScript adalah bahasa scripting yang digunakan oleh web browser.
 3. Bahasa pemograman PYTHON
Python adalah bahasa pemrograman dinamis yang mendukung pemrograman berorientasi obyek. Python dapat digunakan untuk berbagai keperluan pengembangan perangkat lunak dan dapat berjalan di berbagai platform sistem operasi.
 4. Bahasa pemograman RUBY
Ruby adalah bahasa skripting yang berorientasi obyek. Tujuan dari ruby adalah menggabungkan kelebihan dari semua bahasa-bahasa pemrograman scripting yang ada di dunia. Ruby ditulis dengan bahasa pemrograman C dengan kemampuan dasar sepertiPerl dan Python.

5. Bahasa pemograman SQL  (kategori tingkat tinggi)
SQL (Structured Query Language) adalah sebuah bahasa yang dipergunakan untuk mengakses data dalam basis data relasional. Bahasa ini secara de facto merupakan bahasa standar yang digunakan dalam manajemen basis data relasional. Saat ini hampir semua server basis data yang ada mendukung bahasa ini untuk melakukan manajemen datanya.
6. Bahasa pemograman ColdFusion
ColdFusion adalah server aplikasi dan framework pengembangan perangkat lunak yang digunakan untuk  pengembangkan perangkat lunak komputer, khususnya situs webdinamis.
7. Bahasa pemograman PHP  (kategori tingkat tinggi)
PHP adalah bahasa pemrograman script yang paling banyak dipakai saat ini. PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Pada waktu itu PHP masih bernama FI (Form Interpreted), yang wujudnya berupa sekumpulan script yang digunakan untuk mengolah data form dari web.
8. Bahasa pemograman HTML  (kategori tingkat tinggi)
HyperText Markup Language (HTML) adalah sebuah bahasa markup yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web dan menampilkan berbagai informasi di dalam sebuah browser Internet.
9. Bahasa pemograman COBOL
COBOL (singkatan dari Common Business Oriented Language) adalah sebuah bahasa pemrograman generasi ketiga. Sesuai dengan namanya, maka bahasa COBOL mempunyai fungsi menyelesaikan masalah-masalah yang berhubungan dengan perdagangan, seperti sistem pengelolaan keuangan, laporan pengeluaran sebuah perusahaan dan lain-lain.
10. Bahasa pemograman MICROSOFT VISUAL BASIC  (kategori tingkat tinggi)
Visual Basic (sering disingkat sebagai VB saja) merupakan sebuah bahasa pemrograman yang menawarkan Integrated Development Environment (IDE) visual untuk membuat program perangkat lunak berbasis sistem operasi Microsoft Windows dengan menggunakan model pemrograman (COM), Visual Basic merupakan turunan bahasa pemrograman BASIC dan menawarkan pengembangan perangkat lunak komputerberbasis grafik dengan cepat.
11. Bahasa pemograman VISUAL C++ (kategori tingkat tinggi)
Visual C++ adalah sebuah produk Integrated Development Environment (IDE) untukbahasa pemrograman C dan C++ yang dikembangkan Microsoft. Visual C++ merupakan salah satu bagian dari paket Microsoft Visual Studio.
12. Bahasa pemograman DELPHI  (kategori tingkat tinggi)
Umumnya delphi lebih banyak digunakan untuk pengembangan aplikasi desktop danenterprise berbasis database, tapi sebagai perangkat pengembangan yang bersifat general-purpose ia juga mampu dan digunakan dalam berbagai jenis proyek pengembangan software.
13. Bahasa pemograman C++ (kategori tingkat tinggi)
C++ merupakan bahasa pemrograman yang memiliki sifat Pemrograman berorientasi objek, Untuk menyelesaikan masalah, C++ melakukan langkah pertama dengan menjelaskan class-class yang merupakan anak class yang dibuat sebelumnya sebagai abstraksi dari object-object fisik, Class tersebut berisi keadaan object, anggota-anggotanya dan kemampuan dari objectnya, Setelah beberapa Class dibuat kemudian masalah dipecahkan dengan Class.
14 . Bahasa Pemrograman ASP
ASP adalah singkatan dari Active Server Pages yang merupakan salah satu bahasa pemograman web untuk menciptakan halaman web yang dinamis.
ASP merupakan salah satu produk teknologi yang disediakan oleh Microsoft.
ASP bekerja pada web server dan merupakan server side scripting.

15. Bahasa Pemrograman XML
Extensible Markup Language (XML) adalah bahasa markup serbaguna yang direkomendasikan W3C untuk mendeskripsikan berbagai macam data.
XML menggunakan markup tags seperti halnya HTML namun penggunaannya tidak terbatas pada tampilan halaman web saja.
XML merupakan suatu metode dalam membuat penanda/markup pada sebuah dokumen.

16. Bahasa Pemrograman WML
WML adalah kepanjangan dari Wireless Markup Language, yaitu bahasa pemrograman yang digunakan dalam aplikasi berbasis XML (eXtensible Markup Langauge).
WML ini adalah bahasa pemrograman yang digunakan dalam aplikasi wireless.
WML merupakan analogi dari HTML yang berjalan pada protocol nirkabel.

17. Bahasa Pemrograman PERL
Perl adalah bahasa pemrograman untuk mesin dengan sistem operasi Unix (SunOS, Linux, BSD, HP-UX), juga tersedia untuk sistem operasi seperti DOS, Windows, PowerPC, BeOS, VMS, EBCDIC, dan PocketPC.
PERL merupakan bahasa pemograman yang mirip bahasa pemograman C.

18. Bahasa Pemrograman CFM
            Cfm dibuat menggunakan tag ColdFusion dengan software Adobe ColdFusion / BlueDragon / Coldfusion Studio.
Syntax coldfusion berbasis html.

19. Bahasa Pemrograman Javascript (kategori tingkat tinggi)
Javascript adalah bahasa scripting yang handal yang berjalan pada sisi client.
JavaScript merupakan sebuah bahasa scripting yang dikembangkan oleh Netscape.
Untuk menjalankan script yang ditulis dengan JavaScript kita membutuhkan JavaScript-enabled browser yaitu browser yang mampu menjalankan JavaScript.

20. Bahasa Pemrograman CSS
            Cascading Style Sheets (CSS) adalah suatu bahasa stylesheet yang digunakan untuk mengatur tampilan suatu dokumen yang ditulis dalam bahasa markup.
Penggunaan yang paling umum dari CSS adalah untuk memformat halaman web yang ditulis dengan HTML dan XHTML.
Walaupun demikian, bahasanya sendiri dapat dipergunakan untuk semua jenis dokumen XML termasuk SVG dan XUL.

Spesifikasi CSS diatur oleh World Wide Web Consortium (W3C).